Perpaduan Budaya Tradisional dan Modern Penting
Jakarta- Presiden Abdurrahman Wahid mengingatkan semua komponen bangsa tentang pentingnya memadukan kebudayaan tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia dengan kebudayaan modern sesuai perkembangan jaman. Menurut presiden, ketika membuka Pekan Budaya dan Pameran Persatuan Nasional di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, perpaduan budaya tradisional dan modern itu dimaksudkan untuk mencapai kemajuan tanpa harus meninggalkan identitas bangsa. "Kalau hal ini bisa kita lakukan, kita akan menjadi bangsa yang maju dan sekaligus memiliki identias diri," kata presiden dalam acara yang dihadiri Wapres Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Akbar Tanjung, para menteri Kabinet Persatuan Nasional dan Duta Besar asing/perwakilan negara-negara sahabat. Memadukan budaya tradisional dan modern, kata Presiden, adalah bagian dari upaya yang harus dilakukan bangsa Indonesia untuk memadukan semua kekuatan yang ada pada bangsa Indonesia. Saat ini, kata Presiden lagi, tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia yang baru memulai era demokrasi adalah menyatukan kekuatan-kekuatan yang berbeda menjadi satu kekuatan besar untuk kepentingan bersama. "Kita harus ciptakan keinginan yang beragam itu untuk kita semua, bukan untuk aksi-aksi separatisme," kata Presiden menambahkan. Pekan Budaya dan Pameran Persatuan Nasional itu akan berlangsung dari tanggal 19-26 Agustus 2000 dan diikuti oleh 24 provinsi dan beberapa badan usaha milik negara. Selama sepekan, akan dipertunjukan berbagai budaya yang dimiliki seluruh daerah di Indonesia serta kemajuan bangsa termasuk kemajuan di bidang industri, perdagangan, pariwisata dan pendidikan. Pada acara pembukaan tersebut, Presiden dan Wakil Presiden menorehkan sapuan cat pada kanvas lebar yang kemudian akan dilukis lengkap oleh pelukis Delsi Samsuar. Menurut Ketua Panitia penyelenggara, Abdul Wahid Aziz yang juga Ketua Umum PBNU DKI Jakarta, lukisan lengkapnya akan dilelang pada penutupan acara dan hasil lelang tersebut akan disumbangkan pada korban gempa bumi di provinsi Bengkulu. Dalam acara tersebut dipertontonkan pembacaan puisi, paduan suara "Elfa`s Children Choir" asuhan Elfa Sesoria yang baru saja meraih "Golden Award", penghargaan tertinggi pada festival paduan suara internasional di Swedia baru-baru ini. Selain itu juga pertunjukkan peragaan busana, pagelaran tari nusatara dan pelawak Leysus dan Topan.(ant)
<>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar